Sunday, April 7, 2019
Pemuaian
Posted by Husni Hudaya
On April 07, 2019
Pada
saat suatu benda mengalami peningkatan temperatur (dipanaskan), maka
benda tersebut akan mengalami pemuaian. Pada saat benda mengalami
pemuaian, maka panjang/luas/volume dari benda tersebut akan mengalami
pertambahan.
Sebaliknya,
apabila benda tersebut mengalami penurunan temperatur (didinginkan)
maka benda tersebut akan berkontraksi. Ketika suatu benda
berkontraksi maka panjang/luas/volume dari benda tersebut akan
mengecil.
Lalu
bagaimanakah suatu benda dapat memuai ataupun berkontraks...
Saturday, March 23, 2019
Cahaya dan Alat Optik : Contoh Soal dan Pembahasan Cermin Cekung dan Cermin Cembung
Posted by Husni Hudaya
On March 23, 2019

1. Sebuah benda diletakkan sejauh 8 cm di depan cermin cekung. Apabila bayangan terbentuk pada 4 cm di depan cekung, berapakah jarak fokus cermin tersebut?
Diket:
s = 8 cm
s’ = 4 cm
Ditanya:
f=?
Jawab:
2. Sebuah benda diletakkan sejauh 4 cm di depan cermin cembung, jika bayangan terbentuk 3 cm di belakang cermin, berapakah jarak titik fokus cermin cembung tersebut?
Diket:
s = 4 cm
s’ = -3 cm (negatif karena bayangan terbentuk di belakang cermin)
Ditanya:
f=?
Jawab:
Titik...
Monday, March 11, 2019
Gerak pada Benda : Uji Pemahamanmu (Latihan Soal)
Posted by Husni Hudaya
On March 11, 2019
1. Seorang anak mengendarai sepeda dengan kecepatan 4 m/s. Berapakah waktu yang dibutuhkan anak tersebut untuk menempuh jarak 244 m? Kunci : 61 s
2. Sebuah bola menggelinding pada sebuah lantai datar dengan kecepatan konstan . jika bola tersebut menempuh jarak 250 cm dalam waktu 5 detik, berapakah kecepatan bola tersebut? Kunci : 0,5 m/s
3. Sepeda motor bergerak dengan kecepatan 72 km/jam. Berapakan waktu yang dibutuhkan motor tersebut untuk menempuh jarak 160 m? Kunci: 8 s
4. Seorang kakek mengendarai becak dengan kecepatan 5 m/s. tiba-tiba...
Gerak pada Benda : Soal dan Pembahasan GLB dan GLBB
Posted by Husni Hudaya
On March 11, 2019
1. Andi berangkat dari kota A menuju ke kota B mengendarai sepeda motor dengan kecepatan 60 km/jam. Jika andi berangkat pukul 07.30 dan sampai di kota B pada pukul 09.00, dan diasumsikan bahwa selama perjalanan kecepatan andi selalu konstan, maka berapa kilometer jarak kota B dari kota A?
Diketahui :
v = 60 km/jam
t = t2-t1 = 09.00 - 07.30 = 1,5 jam
Ditanya: s=?
Jawab:
karena jarak yang ditanyakan dalam satuan kilometer, maka satuan yang diketahui tidak perlu diubah...
Sunday, March 10, 2019
Gerak pada Benda : Gaya dan Hukum Newton
Posted by Husni Hudaya
On March 10, 2019

A. Gaya
Gaya didefinisikan sebagai tarikan atau dorongan. Dalam ilmu fisika, gaya dilambangkan dengan simbol F dan memiliki satuan Newton. Apabila gaya diaplikasikan pada suatu benda, maka benda tersebut dapat mengalami beberapa hal seperti berubah bentuk, bergerak, merubah arah gerak, atau merubah kecepatan gerak benda tersebut.
Misalkan suatu tanah liat apabila diberi gaya, maka tanah liat tersebut akan berubah bentuk. Suatu meja apabila diberi...
Saturday, March 9, 2019
Gerak pada benda : GLB dan GLBB
Posted by Husni Hudaya
On March 09, 2019
A. Gerak Lurus Beraturan (GLB)
Gerak lurus beraturan merupakan gerak suatu benda dimana kecepatan benda tersebut selalu tetap (tidak berubah terhadap waktu) serta lintasan gerak dari benda tersebut berbentuk garis lurus. Ciri-Ciri dari gerak lurus beraturan yaitu sebagai berikut.
Kecepatan benda selalu tetap
Percepatan benda =...
Gerak pada Benda : Percepatan dan Perlambatan
Posted by Husni Hudaya
On March 09, 2019

Percepatan dan perlambatan didefinisikan sebagai perubahan kecepatan yang terjadi pada suatu selang waktu tertentu. Percepatan dan perlambatan dilambangkan dengan huruf a. secara matematis, percepatan dituliskan dalam persamaan seperti berikut
Keterangan:
a = percepatan/perlambatan (m/s2)
Jika a bernilai positif, maka benda tersebut dipercepat (mengalami percepat...
Gerak pada Benda : Jarak, Perpindahan, Kelajuan, dan Kecepatan
Posted by Husni Hudaya
On March 09, 2019

Selain makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan, benda juga mengalami gerak. Benda dinamakan bergerak apabila suatu benda mengalami perubahan posisi dari keadaan awalnya (titik acuan).
A. Gerak Relatif
Gerak yang dialami suatu benda bersifat relatif, tergantung dari sudut pandangnya. Misalnya kamu sedang mengendarai sepeda motor. Ketika kamu mengendarai sepeda motor apakah kamu bergerak terhadap pepohonan di pinggir jalan? Apakah kamu bergerak terhadap...
Friday, March 8, 2019
Cahaya dan Alat Optik : Cacat Mata (Miopi, Hipermetropi, Presbiopi)
Posted by Husni Hudaya
On March 08, 2019

Sebelum membahas mengenai penyakit mata, alangkah lebih baiknya kita mengetahui terlebih dahulu kondisi mata normal.
Pada mata normal, bayangan yang dibentuk oleh lensa mata akan jatuh tepat di retina.
Mata normal memiliki karakteristik sebagai berikut:
Lensa mata normal
Titik dekat ±25 cm
Titik jauh mata tak terhingga
Bayangan jatuh tepat di retina.
Jika suatu mata tidak memenuhi karakteristik di atas berarti mata tersebut dalam kondisi...
Cahaya dan Alat Optik : Titik Dekat dan Titik Jauh Mata
Posted by Husni Hudaya
On March 08, 2019

Suatu benda akan terlihat dengan jelas oleh mata kita apabila benda tersebut berada antara titik dekat dan titik jauh mata kita.
Titik dekat (Punctum Proximum) adalah jarak terdekat yang dapat dilihat mata dengan jelas dengan akomodasi maksimum. Pada jarak ini kecembungan lensa mata adalah maksimum.
Titik jauh (Punctum Remotum) adalah titik terjauh yang dapat dilihat oleh mata tanpa berakomodasi. Pada keadaan ini lensa mata dalam keadaan paling...
Cahaya dan Alat Optik : Rumus Cermin dan Lensa
Posted by Husni Hudaya
On March 08, 2019

Pada dasarnya rumus antara lensa dan optik adalah sama, yaitu menggunakan rumus berikut.
Keterangan :
f = jarak fokus
s = jarak benda ke lensa/cermin
s’ = jarak bayangan ke lensa/cermin
dengan ketentuan
Untuk lensa/cermin positif (lensa cembung dan cermin cekung), f bernilai posit...
DAFTAR ISI
Posted by Husni Hudaya
On March 08, 2019
FISIKA
A. CAHAYA DAN ALAT OPTIK
Sifat-Sifat Cahaya
Pembentukan Bayangan pada Cermin Datar
Cermin Cekung (Cermin Positif)
Menentukan Sifat Bayangan pada Cermin Cekung (Dalil Esbach)
Cermin Cembung (Cermin Negatif)
Lensa Cekung (Lensa Negatif)
Lensa Cembung (Lensa Positif)
Menentukan Sifat Bayangan pada Lensa dengan Dalil Esbach
Perbedaan dan Persamaan Cermin dan Lensa
Rumus Cermin dan Lensa Beserta Contoh Soal
Titik Dekat dan Titik Jauh Mata
Cacat Mata (Miopi, Hipermetropi, dan Presbiopi)
Contoh Soal dan Pembahasan Cermin Cekung dan Cermin...
Cahaya dan Alat Optik : Perbedaan dan Persamaan Cermin dan Lensa
Posted by Husni Hudaya
On March 08, 2019

Cermin dan lensa memiliki banyak perbedaan baik dalam hal interaksi dengan cahaya maupun dalam hal penentuan sifat bayangan yang terjadi. Oleh karena itu, pada bagian ini kita akan memperjelas bagian-bagian mana yang harus diperhatikan agar memahami secara keseluruhan mengenai lensa dan cermin. Perbedaan-perbedaan antara cermin dan lensa adalah sebagai berikut:
A. Cemin Cekung dan Lensa Cembung MENGUMPULKAN CAHAYA (Konvergen). Sehingga cermin cekung...
Thursday, March 7, 2019
Cahaya dan Alat Optik : Menentukan Sifat Bayangan pada Lensa Menggunakan Dalil Esbach
Posted by Husni Hudaya
On March 07, 2019

Menentukan sifat bayangan pada lensa (baik cembung dan cekung) menggunakan Dalil Esbach sedikit berbeda dengan cermin. Oleh karena itu keduanya harus difahami secara benar dan hati-hati.
Poin pertama yang harus diperhatikan : Pembagian ruang pada lensa berbeda dengan pembagian ruang pada cermin. Untuk lebih jelasnya perhatikan keempat gambar berikut ini....
Cahaya dan Alat Optik : Lensa Cembung (Lensa Positif)
Posted by Husni Hudaya
On March 07, 2019

Pada saat seberkas cahaya dilewatkan pada lensa, maka cahaya tersebut tidak akan dipantulkan melainkan akan dibiaskan/dipantulkan. Lensa cembung merupakan salah satu jenis lensa yang memiliki sifat mengumpulkan berkas cahaya yang melewatinya, oleh karena itu lensa cembung dikenal sebagai lensa konvergen. Lensa cembung memiliki nama lain yaitu lensa Konvek (Konvek = Konvergen). Karena bersifat mengumpulkan cahaya, maka lensa ini merupakan lensa positif...
Cahaya dan Alat Optik : Lensa Cekung (Lensa Negatif)
Posted by Husni Hudaya
On March 07, 2019

Cahaya yang melewati sebuah lensa tidak dipantulkan, melainkan akan dibiaskan/dibelokkan. Lensa cekung merupakan salah satu jenis lensa yang bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian pinggirnya. Lensa cekung disebut juga dengan lensa Konkaf (konkaf = divergen). Lensa cekung bersifat menyebarkan cahaya (divergen), sehingga titik fokus pada lensa cekung bernilai negatif.
A. Macam-Macam Lensa Cekung
Terdapat beberapa macam lensa cekung, antara...
Wednesday, March 6, 2019
Cahaya dan Alat Optik : Cermin Cembung (Cermin Positif)
Posted by Husni Hudaya
On March 06, 2019

Cermin cembung memiliki bentuk bagian tengah lebih menjorok ke luar. Cermin cekung bersifat menyebarkan cahaya (divergen), Oleh karena itu cermin cekung juga disebut dengan cermin negatif/titik fokus bernilai negatif (karena titik fokus berada di belakang lensa). Sketsa cermin cembung dapat dilihat pada gambar.
Keterangan :
f = titik fokus / titik api (bernilai negatif)
p = titik pusat kelengkungan (selain disimbolkan dengan huruf p, titik pusat...
Cahaya dan Alat Optik : Menentukan Sifat Bayangan pada Cermin Cekung
Posted by Husni Hudaya
On March 06, 2019

Pada dasarnya hal yang paling mudah untuk menentukan sifat bayangan yang terbentuk pada cermin adalah dengan menggambar sketsa pembentukan bayangan pada cermin tersebut.
Untuk memudahkan cara menentukan sifat-sifat bayangan yang terbentuk pada cermin cekung, dapat dengan mudah dilakukan sebagai berikut
A. Bayangan Terbalik dan Bayangan Tegak.
Perhatikan ketiga gambar di bawah ini dan bandingkan!
Jika kalian amati akan terdapat dua macam...
Subscribe to:
Posts (Atom)